Author Archives: dewi pras

Aside

Baca semua postingan disini berarti membuka lagi ingatan-ingatan masa lalu yang ngga seharusnya diingat. Tapi dengan perasaan yang berbeda tentunya. Ah, akhirnya semua terlalui, semua melow drama yang pernah ada dan sekarang hidup benar-benar berubah jauh lebih berwarna. Terimakasih ya Allah, Kau mudahkan hidupku.

Sekarang dengan dua orang anak, satu laki-laki kecil yang jail luar biasa dan satu perempuan kecil yang menggemaskan, rasanya waktu selalu kurang untuk membagi kasih buat mereka, belum lagi buat ayahnya. Yah mari kita nikmati hidup dengan cara kita.

Advertisements

Selamat Jalan Sahabat

Standard

Tidak pernah cukup waktuku untuk menceritakan cerita kita,
Bagaimana kita bersama, bagaimana kita berbagi apa saja..
Aku ingat saat kita bertemu di smu dulu, kita yang sebelumnya memang satu smp memutuskan untuk jadi teman sebangku, saat itu kita seakan tidak terpisahkan, dari mulai jajan pas istirahat, pulang selalu bareng sampe jomblo bareng…

Entah berapa episode memalukan yang kita alamin bareng juga episode yang banyak menguras air mata.. Tapi dengan adanya kamu aku lebih banyak tersenyum, akhirnya aku bisa membuka mata dan menertawakan kesedihanku..

Waktu itu kita punya buku diary bareng tempat curhat kita, diary itu kamu yang bikin.. Karna kamu lebih kreatif dibanding kita berenam. Kita cerita segalanya dibuku itu, dari mulai soal cowo sampai guru. Rasanya ga ada lagi rahasia diantara kita.
Dan kita punya hobi yang sama yaitu di photo, walau selalu ngerasa gagal dan berkali-kali photo ulang tapi tetep kita ga pernah ngerasa puas..

Sampai akhirnya masa putih-abu berakhir, tapi tidak dengan persahabatan kita, kita tetap menjaga silaturahmi sampai sekarang, setelah 15 tahun kita berteman,sampai kamu udah ga ada lagi disisi kita.

Yen, buat aku sampai kapanpun, kamu akan selalu ada disini, dihati aku, aku tidak akan pernah melupakan apa yang pernah kita lakukan sama-sama dulu. .

Maaf, aku tidak bisa mengantarmu ketempat terakhirmu, tapi aku janji, aku bakal jalanin amanat yang udah kamu titipkan.. Karna Hunna sekarang bagian dari aku juga.

Selamat jalan sahabat, semoga kamu bahagia ditempat terindahmu…

-depok,160312-

Menemukan Asa…

Standard

huaaaa… ini semua gara-gara vera yang minta dibikinin template blog..

Jadi malah pengen ganti template juga, tapi ternyata di wordpress ga segampang di blogspot yang bisa tinggal download terus edit html sedikit dan taraaa jadi lah si template dengan gampangnya, disini dewi terpaksa nyari yang bawaan wordpressnya dulu *kayanya gara-gara dewi gaptek ga bisa bikin template di wordpress 😀*. Mana sempet lupa password pas login juga gara-gara udah lama ga dibuka blognya T.T

Ternyata nge-blog ga lagi semudah dulu, sekarang cari moodnya aja susaaaaaah, kalau pake alasan sibuk rasanya juga ngga sesibuk itu…

Hmmm… that’s all, dewi bener-bener ga tau harus nulis apa lagi *_*

Perhatian Kecil..

Standard

Cerita ini dimulai dari ibu..
Saya sangat bersyukur memiliki ibu yang begitu perhatian bahkan pada hal-hal yang sangat kecil sekalipun. Walau terkadang perhatian itu tidak pada tempatnya. Ibu juga orang yang sangat ingin menjaga silaturahmi dan mungkin beliau adalah salah satu orang yang mencoba tetap menjaga silaturahmi pada orang-orang yang sudah melupakan beliau.

Beberapa hari yang lalu ibu baru cerita, kalau beliau sempat mengirim pesan singkat untuk mengucapkan selamat ulang tahun ke orang yang dulu sempat dianggapnya anak sebagai bentuk perhatian kecil ibu. Saya hanya takut orang tersebut mengartikan lain, padahal ibu hanya ingin tetap menyambungkan silaturahmi tanpa ada maksud lain.

Tapi masalahnya keadaan sekarang tidak lagi seperti dulu, kita sama-sama sudah bahagia dengan jalan kita masing-masing. Kita sudah punya hidup kita sendiri dan saya tidak ingin dengan perhatian kecil ibu malah mengganggu kebahagiaan kita yang sekarang. Mungkin menjaga silaturahmi dengan diam dan tidak menyapa akan lebih baik daripada harus memaksakan diri untuk menyapa seperti dulu 🙂

bukan begitu?

 

Updated : ternyata pesan singkat ibu tak terkirim 🙂 karna di hp ibu masih nomer yang lama.. heu heu heu

Kangen…

Standard

Kangen..

Masa-masa dimana hidup rasanya hanya dua warna hitam dan putih

Ketika hari diwarnai dengan cucuran air mata bombay

Waktu lagu-lagu melow jadi teman setia..

Masa itu memang sudah lama berlalu. Tapi tidak berarti hilang, juga tidak berarti terlupakan. Masa-masa yang buatku lebih kuat dari hari ke hari, buatku lebih hidup. Hmmm… hidup memang bukan cerita dongeng yang selalu berakhir bahagia, tapi mendapat kebahagiaan adalah tujuan hidup.

Saya juga kangen menulis dan berceloteh tentang masa-masa kelam yang sepertinya lebih menguras emosi. Ternyata menulis dalam keadaan sedih dan marah lebih mudah daripada menulis pada saat kita bahagia. Bukan berarti sekarang saya tidak bahagia. Saya hanya lagi kangen. Gara-gara kemarin iseng baca postingan jaman dulu di blog lama.

Jadi kangen blogwalking, meninggalkan jejak disana sini.. hmm, rasanya baru kemarin. Apa kabar blogger????