Monthly Archives: October 2008

Perpisahan Lain

Standard

Kemaren malam teman bapak sama keluarganya kerumah, saya pikir ini silaturahmi biasa karna masih dalam suasana lebaran. Dan seperti biasa kalau ada tamu saya langsung ke dapur menjerang air dan menyeduh teh celup lalu mengantarkan air tersebut ke ruang tamu. Waktu nganter air itu tiba-tiba bapak bilang “dew, ini temen bapa mau beli katana..” , saya langsung kaget, ngga bisa ngomong apa-apa, cuman diem dan balik lagi ke dapur, bengong. Bukan apa-apa walau mobil itu udah butut tapi mobil ini udah nemenin saya sejak saya sma, jadi rasanya udah seperti sahabat sejati yang selalu ada waktu saya butuh. Walau memang akhir-akhir ini sering ngambeg, tiba-tiba mogok dijalan atau tau-tau ngadat ngga bisa di stater, ¬†tapi saya tetep sayang sama si katana. Karna setiap hari cuman dia yang nemenin saya dan ngga nyangka ternyata kemarin itu terakhir kali dia nganter saya ke kantor.

Saya masih inget waktu pertama kali bapa bawa katana kerumah, waktu itu sore menjelang maghrib, warnanya masih biru malam (warna biru malam ini saya liat dari stnk soalnya kalau liat aslinya lebih item) waktu itu saya baru bisa nyetir dan langsung nyoba mobil yang untuk kita baru ini (kita beli mobil bekas jadi walau kata kita baru sebenernya mobil ini udah lama, keluaran tahun ’89). Nyoba keliling komplek bentar dan langsung ngerasa this is my soul mate. Saya yang waktu itu masih kelas 3 SMU dan baru bisa nyetir jadi sering jalan bareng temen-temen. Karna baru bisa maju dan belok kiri aja, jadi tiap jalan-jalan pasti ngambil jalan muter, karna musti belok kiri dulu terus cari jalan lagi buat belok kiri lagi sampe akhirnya sampe ke tempat tujuan. Suatu hari temen ngajak jalan ke lembang, walau masih takut-takut dicoba juga tapi karna emang nyetirnya juga belum lancar nanjak sedikit mobil mati, naek dikit lagi mati lagi akhirnya karna takut kenapa-kenapa kita mutusin buat balik lagi dan ga jadi ke lembang.

saat-saat indah yang terekam

saat-saat indah yang terekam

Setelah beberapa kali ngerasain perpisahan & keilangan. Sekarang saya lebih berfikir memang udah saatnya berpisah, sudah saatnya saling jauh, ini pasti waktu yang paling tepat. Saya tidak lagi berpikir apa yang akan saya lakukan tanpa dia. Tapi saya lebih berpikir ini jalan terbaik yang akan membuka jalan yang lebih indah. Kita tidak bisa menghindar dari perpisahan ataupun pertemuan karna pasti akan terjadi. Dan tidak ada sesuatu pun didunia ini yang benar-benar milik kita jadi kenapa masih ada tangis disetiap perpisahan? Kalau kita sadar apa yang meninggalkan kita memang tidak benar-benar milik kita, kalau semua yang hilang hanya titipan, yang harus kita jaga sampai pada batas waktu tertentu. Setiap memori tetap akan terekam tapi hanya sebatas itu.. Tidak lebih.

Kembali Fitri…

Standard

Taqabalallahu Minna Wa Minkum

Maaf…

Satu kata sederhana yang mudah diucapkan.. Tapi seringkali hanya diucapkan oleh lisan tanpa dibarengi dengan hati yang tulus meminta.. Mudah-mudahan kita termasuk orang-orang yang tidak hanya mengucap maaf oleh lisan dan semoga di hari yang Fitri ini kita bisa kembali pada Fitrah-Nya.. Amiiiin

Ada beberapa ciri orang yang kembali kepada fitrah-Nya :

  • Memiliki kecerdasan emosi yaitu : jiwa pemaaf, dermawan, membalas keburukan orang lain dengan kebaikan, rajin intropeksi dan selalu memperbaiki diri

Dan bersegeralah kamu kepada ampunan dari Tuhanmu dan kepada surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan untuk orang-orang yang bertakwa (yaitu) orang-orang yang menafkahkan (hartanya), baik diwaktu lapang maupun sempit, dan orang yang menahan amarahnya dan memaafkan (kesalahan) orang. Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebajikan. Dan (juga) orang yang apabila mengerjakan perbuatan keji atau menganiaya diri sendiri, mereka ingat akan Allah, lalu memohon ampun terhadap dosa-dosa mereka dan siapa lagi yang akan mengampuni dosa selain daripada Allah? Dan mereka tidak meneruskan perbuatan kejinya itu, sedang mereka mengetahui. Mereka itu balasannya ialah ampunan dari Tuhan mereka dan surga yang didalamnya mengalir sungai-sungai, sedang mereka kekal didalamnya; dan itulah sebaik-baik pahala orang-orang yang beramal… (QS. Ali-Imran, 3:133-136)

  • Merasakan kerinduan kepada Allah, hatinya terbuka dengan nasihat, memiliki jiwa tawakal, rajin mendirikan shalat dan memiliki kepekaan sosial

Sesungguhnya orang-orang yang beriman itu adalah mereka yang apabila disebut nama Allah gemetarlah hati mereka, dan apabila dibacakan kepada mereka ayat-ayat-Nya bertambahlah iman mereka (karenanya) dan kepada Tuhanlah mereka bertawakal (yaitu) orang-orang yang mendirikan shalat dan yang menafkahkan sebagian rejeki yang Kami berikan kepada mereka. Itulah orang-orang yang beriman dengan sebenar-benarnya. Mereka akan memperoleh beberapa derajat ketinggian disisi Tuhannya dan ampunan serta rejeki yang mulia… (QS. Al-Anfaal, 8:2-4)

  • Merasa mudah dalam beramal soleh

Dan orang-orang yang beriman dan beramal shaleh, benar-benar akan Kami hapuskan dari mereka dosa-dosa mereka dan benar-benar akan Kami beri mereka balasan yang lebih baik dari apa yang mereka kerjakan…(QS. Al-Ankabuut, 29:7)

  • Memiliki kebutuhan untuk bergabung dalam lingkungan yang sholeh

Dan bersabarlah kamu bersama-sama orang yang menyeru Tuhannya di pagi dan senja hari dengan mengharap keridhaan-Nya, dan jangan lah kedua matamu berpaling dari mereka (karena) mengharapkan perhiasan kehidupan dunia ini, dan janganlah kamu mengikuti orang yang hatinya telah kami lalaikan dari mengingati Kami, serta mengikuti hawa nafsunya dan adalah keadaan itu melewati batas… (QS. Al-Kahfi, 18:28)

  • Rajin berdoa

Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah), bahwasanya Aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila dia memohon kepada-Ku, maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintah) Ku dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku, agar mereka selalu dalam kebenaran…(QS. Al-Baqarah, 2:186)

  • Memiliki kesholehan vertikal (yang berkaitan dengan Allah SWT)

Sesungguhnya orang-orang mukmin, orang-orang Yahudi, orang-orang Nasrani dan orang-orang Shabiin, siapa saja diantara mereka yang benar-benar beriman kepada Allah, hari kemudian dan beramal shaleh, mereka akan menerima pahala dari Tuhan mereka, tidak ada kekhawatiran terhadap mereka, dan tidak (pula) mereka bersedih hati…(QS. Al-Baqarah. 2:62)

  • Memiliki keshalehan sosial

Tahukan kamu (orang) yang mendustakan agama? ¬†Itulah orang yang menghardik anak yatim, dan tidak menganjurkan memberi makan orang miskin. Maka celakalah bagi orang-orang yang shalat, (yaitu) yang orang-orang yang lalai dari shalatnya, orang-orang yang berbuat ria, dan enggan (menolong dengan) barang berguna…(QS. Al-Maa’uun, 107:1-7)

Semoga kita menjadi orang yang kembali kepada fitrah-Nya… Amiiiiin

*sumber : Majelis Percikan Iman

pic dari sini