Monthly Archives: October 2007

Renungan Ramadhan Part III : Syukur

Standard

Postingan ini sedikit terlambat. Saat takbir sudah sayup-sayup terdengar dari kejauhan, Dewi baru bisa nyelesaiin postingan ini. Syukur jadi topik terakhir di perenungan kali ini. Sebuah renungan lain setelah ikhlas dan sabar. Syukur yang merupakan kualitas hati, dan dengan bersyukur kita akan diliputi rasa damai, tentram dan bahagia.

Fabiayyi Alaa ‘irabbikumaa tukadzibaan.. “Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?” Ayat yang terus diulang dalam surat Ar-Rahman, sepertinya ayat ini jadi cambuk untuk ngingein kita betapa kita seringkali lupa untuk bersyukur, padahal nikmat Alah begitu banyak.. Pernah ga kita bersyukur karna Allah udah ngebuat kita mudah untuk mencerna makanan, bersyukur disetiap kedipan mata kita, bersyukur karna kita dapat mendengar dengan jelas, melihat tanpa mengalami kesulitan dan bersyukur disetiap tarikan nafas kita?

Syukur bukan hanya dengan ucapan “Alhamdulillah”, pada saat kita mengucapkan “Alhamdulillah” saat itu kita baru saja bertahmid, tetapi bersyukur dengan tindakan dan hati. Bersyukur dengan terus mengingat Allah dan segala yang telah di karuniakan oleh-Nya. Fadzkuruunii Adzkurkum wasyikuruulii walaatakfuruun.. “Maka ingatlah kepada-Ku, Aku pun akan ingat kepadamu. Bersyukurlah kepada-Ku, dan janganlah kamu ingkar kepada-Ku.” (QS. Al-Baqarah 2:152)

Syukur bukan hal yang sulit untuk dilakukan, tetapi seringkali dilupakan. Bersyukur Allah memberikan orang tua yang begitu baik, memberikan kehidupan yang indah, memberikan pengalaman yang berharga. Alhamdulillah ya Rabbi..
Alhamdulillah kita sudah berada di penghujung Ramadhan, mudah-mudahan amal ibadah kita diterima dan dilipat gandakan oleh Allah SWT..Amiiin Ya Allah Ya Rabbal Alamiin… Dan semoga kita dipertemuan dengan ramadhan tahun depan dan bisa beribadah lebih baik lagi..
Minal Aidin Falfaidzin..Mohon maaf lahir dan bathin..

Advertisements

Renungan Ramadhan Part II : Sabar

Standard


Rencananya pengen bikin trilogy di bulan ramadhan ini. Insya Allah bakal ada satu lagi postingan renungan ramadhan. Setelah kemaren ngebahas “kulit”nya ikhlas, postingan sekarang mau coba bahas tentang sabar. Berbekal ayat ini : “Jadikanlah sabar dan sholat sebagai penolongmu, sesungguhnya Allah bersama orang-orang yang sabar” (QS.Al-Baqarah 2:153)

Secara Harfiah sabar berarti tabah menghadapi ujian. Menurut Zun al-Nun al-Mishry, sabar artinya menjauhkan diri dari hal-hal yang bertentangan dengan kehendak Allah, dan tenang ketika mendapat cobaan, serta menampakkan sikap cukup walaupun sebenarnya berada dalam kefakiran. Sedangkan menurut Ibnu Atha, sabar artinya tetap tabah dalam menghadapi cobaan dengan sikap yang baik.

Menurut versinya Pa Aam Amiruddin, sabar artinya teguh berada dalam jalan kebenaran tidak larut pada ajakan nafsu, jiwanya tidak pernah mengenal putus asa, dan lidahnya tidak pernah mengeluh kecuali kepada Allah SWT.

Kalo bisa di simpulin mungkin sabar itu berarti menerima kehendak Allah dengan hati lapang, tabah dan tenang menghadapi cobaan Allah, dengan tetap berada pada jalan yang di ridhai Allah. Tetap berikhtiar walau seringkali mendapat kesulitan dan cobaan. Perlu digaris bawahin sabar itu tak berbatas. Tidak ada batas untuk kita bersabar, jika ada orang bilang sabar itu ada batasnya itu berarti tanda orang itu tidak lagi sabar & ikhlas menerima ketentuan Allah. Walahualam..
Bersabarlah dan tiadalah kesabaranmu itu melainkan dengan pertolongan Allah dan janganlah kamu bersedih hati terhadap (kekafiran) mereka dan janganlah kamu bersempit dada terhadap apa yang mereka tipudayakan” (QS. An-Nahl 16:127)