Cerita ini dimulai dari ibu..
Saya sangat bersyukur memiliki ibu yang begitu perhatian bahkan pada hal-hal yang sangat kecil sekalipun. Walau terkadang perhatian itu tidak pada tempatnya. Ibu juga orang yang sangat ingin menjaga silaturahmi dan mungkin beliau adalah salah satu orang yang mencoba tetap menjaga silaturahmi pada orang-orang yang sudah melupakan beliau.
Beberapa hari yang lalu ibu baru cerita, kalau beliau sempat mengirim pesan singkat untuk mengucapkan selamat ulang tahun ke orang yang dulu sempat dianggapnya anak sebagai bentuk perhatian kecil ibu. Saya hanya takut orang tersebut mengartikan lain, padahal ibu hanya ingin tetap menyambungkan silaturahmi tanpa ada maksud lain.
Tapi masalahnya keadaan sekarang tidak lagi seperti dulu, kita sama-sama sudah bahagia dengan jalan kita masing-masing. Kita sudah punya hidup kita sendiri dan saya tidak ingin dengan perhatian kecil ibu malah mengganggu kebahagiaan kita yang sekarang. Mungkin menjaga silaturahmi dengan diam dan tidak menyapa akan lebih baik daripada harus memaksakan diri untuk menyapa seperti dulu
bukan begitu?
Updated : ternyata pesan singkat ibu tak terkirim
karna di hp ibu masih nomer yang lama.. heu heu heu
hahahhahahah……
jd inget ceritan wi yah…bukan ketawa karna post kamu ieu…postna mah bagus, silaturrahmi..emm
hehehe..
silaturahmi harus dijaga v
heu heu…
kan terkadang diam itu emas…pdhl klo ngebales mah mutiara kategorinya ya?
sptnya memang lbh baik spt itu mungkin..
sudah punya dunia masing2..jd tdk ada yg merasa ter apa gitu klo msh ada istilah “silaturahmi”
ngerti ga si bahasa si saya? heee….
kamu ngomong bahasa apa pin??
jadi tidak ada yg merasa ter apa atuh? ter-akhir, ter-tabrak, ter-otoar :p
teu jelas pisan